Connect with us

9 Penyebab Usaha Bangkrut – Internal dan Eksternal

Ekonomi

9 Penyebab Usaha Bangkrut – Internal dan Eksternal

[Total: 1    Average: 5/5]

Nawadunia.com – Membangun suatu usaha bukanlan pekerjaan gampang. Diperlukan lebih dari sekedar modal yang cukup atau latar belakang bisnis yang kuat. Seringkali suatu usaha yang dibangun dari nol mengalami kemunduran karena hal-hal yang tidak disangka-sangka. Meskipun ada banyak sekali faktor yang mempengaruhi kebankrutan suatu usaha, akan tetapi penyebab usaha bangkrut dapat dibedakan menjadi dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

Sebab internal yang mempengaruhi stabilitas perusahaan hingga menyebabkan kebangkrutan, adalah :

Tidak adanya kontrol yang sepenuhnya terhadap usaha tersebut

Gambar terkait

Pebisnis dalam memulai usahanya harus memiliki kewenangan mutlak dan perhatian yang khusus kepada bisnis yang di rintisnya. Hal ini biasanya menimpa pada pebisnis yang tidak fokus pada usahanya, atau memiliki pekerjaan sampingan lain selain usahanya. Biasanya pebisnis terlalu mempercayakan segala sesuatunya kepada pegawai atau karyawannya, tanpa memberikan perhatian ekstra, padahal iklim dunia bisnis selalu berkembang dari waktu ke waktu. Dengan tanpa pengawasan yang jeli, potensi-potensi untuk mengembangkan usaha dapat terlewati. Bahkan usaha bisa mandeg dan dapat mengakibatkan kemunduran. (Baca Juga: Teori Biaya Produksi , Prinsip Prinsip Bisnis)

Manajemen Perusahaan tidak Efektif dan Efisien

Hasil gambar untuk efektif

Posisi manajemen dalam perusahaan memegang peranan penting khususnya berkaitan dengan penanganan sumber daya manusia. Manajemen dikatakan efektif apabila dalam mencapai tujuannya atau memilih tujuan dapat melakukannya dengan tepat dan pada waktu yang tepat pula, dari beberapa pilihan alternatif. Sedangkan manajemen dikatakan efisien apabila mampu menggunakan sumberdaya dalam jumlah minimal demi menghasilkan output dan volume yang optimal. Sehingga apabila manajemen perusahaan tidak berfungsi dengan efektif dan efisien, tujuan-tujuan perusahaan tidak akan tercapai. Dampaknya antara lain timbulnya keborosan sumber daya, manajemen tidak terampil, dan kerugian akibat jumlah produksi yang tidak maksimal. (Baca Juga: Jenis Asuransi Kerugian , Fungsi Produksi Jangka Pendek)

Baca Juga : 9 Keterampilan Untuk Mengembangkan Bisnis

Tidak Cepatnya Mengantisipasi Perkembangan Zaman/Kurang berinovasi

Hasil gambar untuk perkembangan zaman

Pelajaran terbaik adalah belajar dari kebangkrutan Kodak. Tidak mampunya Kodak melawan arus digitalisasi dalam fotografi membuat Kodak harus terjerembab dengan ketidakpopuleran. Kodak juga melewatkan peluang bisnis dengan bertransformasi dalam bagian kelompok media sosial dengan menggunakan layanan online untuk mengedit atau menyimpan gambar. Sebaliknya hanya berfokus pada perangkat, dan teknologi digital hanya diperuntukkan untuk memperbaiki kualitas film. Dari Kodak, dapat diambilkan kesimpulan bahwa inovasi dan fleksibilitas merupakan hal yang harus dipertahankan dalam perusahaan. Inovasi wajib dilakukan demi menarik minat konsumen dan investor. Produk yang terus berkembang akan memiliki nilai jual lebih dan menarik pangsa pasar lebih besar. (Baca Juga: Penyebab Konflik Usaha , Organisasi Perdagangan Dunia)

Ketidakseimbangan dalam Modal dan Besarnya Hutang Piutang

Hasil gambar untuk timbangan tidak seimbang

Besarnya modal yang dipunya harus diimbangi dengan besarnya hutang dan piutang perusahaan. Perusahaan yang memiliki hutang yang besar dengan bunga yang tinggi dapat menyebabkan minimnya keuntungan. Bahkan perusahaan akan terus merugi. Begitu juga dengan piutang yang terlalu tinggi, akan menyebabkan neraca pendapatan menjadi tidak stabil. Aktiva yang diam dan tidak produktif dapat menurunkan pendapatan. Dalam jangka panjang akan mempengaruhi ketidakstabilan keuangan perusahaan.

Tidak Dapat Mengantisipasi Kebutuhan Konsumen dan Pergerakan Kompetitor

Gambar terkait

Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, minat dan kebutuhan konsumen akan produk yang semakin beragam. Pebisnis harus punya strategi yang baik dalam melayani konsumennya, salah satunya dengan cara menjaga relationship yang baik dengan konsumen, memberikan service yang excellent, mendengarkan keluhan mereka. Dengan cara itu, pebisnis dapat mengetahui jenis produk seperti apa yang sedang tren saat ini. Begitupula dalam menanggapi kompetitor, pebisnis harus terus memantau  langkah-langkah yang dilakukan oleh kompetitor. Strategi marketing apa yang sedang dilancarkan kompetitor. Setidaknya posisi perusahaan akan selaras dengan kompetitor, bahkan kalau mungkin membuat strategi yang selangkah lebih maju dan lebih menarik daripada kompetitor. Sehingga perkembangan usaha tidak berjalan di tempat. Mendekatkan diri dengan konsumen dan pesaing sama-sama memberikan keuntungan bagi pebisnis. (Baca Juga: Perilaku Konsumen yang sesuai dengan Hukum Gossen , Teori Perilaku Konsumen dan Produsen)

Sementara itu, faktor-faktor eksternal yang kerap kali membuat kebangkrutan usaha, antara lain :

Ketidakstabilan perekonomian global

Hasil gambar untuk ketidakstabilan ekonomi

Ketidakstabilan ekonomi global dapat mengakibatkan menurunnya pertumbuhan ekonomi. Hal ini tentu membuat lesunya kegiatan bisnis. Kondisi perekonomian global juga harus diantisipasi oleh pebisnis. Salah satunya kebijakan yangb dilakukan oleh Bank Sentral The Federal Reserve, Amerika Serikat, yaitu penarikan simulus juga berdampak  terhadap perlambatan ekonomi Indonesia. Tingkat konsumsi menjadi  rendah, karena masyarakat cenderung untuk saving atau membelanjakan uangnya pada pos-pos yang lebih major.

Kesulitan Bahan Baku

Hasil gambar untuk material

Kesulitan bahan baku dari supplier biasanya disebabkan keadaan-keadaan force mejeur seperti bencana alam,  sehingga paosakan bahan baku menjadi terhambat. Hal ini tentu diluar perkiraan pebisnis, untuk itu ada baiknya pebisnis membuat plan b atau rencana yang lain dalam menemukan supplier untuk bahan baku tersebut. Dengan demikian produksi tidak menurun. (Baca Juga: Ciri-Ciri Perusahaan Manufaktur)

Kecurangan oleh Debitor

Hasil gambar untuk fraud

Debitor yang memberikan piutang dengan waktu pengembalian yang lama akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan karena banyaknya aktiva yang tidak dapat dimanfaatkan untuk memberikan penghasilan.

Ketatnya Persaingan

Hasil gambar untuk intense competition

Tidak dapat dipungkiri suatu bisnis pasti memiliki pesaing atau kompetitor. Untuk beberapa segmen produk, persaingan sangat ketat. Karena tidak bisa dihindari, untuk itu perusahaan harus selalu memperbaiki diri demi memenuhi kepuasan konsumen. Semakin ketatnya persaingan, seharusnya memberikan motivasi lebih kepada pebisnis untuk memberikan nilai tambah yang terbaik bagi konsumen.

Membangun suatu usaha atau mempertahankan kondisi perusahaan ternyata bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi determinasi dan konsistensi merupakan kunci yang ampuh untuk tetap bisa berbuat lebih bagi pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, tak mustahil perkembangan usaha akan tercapai.

Sumber : Dosenekonomi.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Ekonomi

To Top