Connect with us

9 Tari Tradisional Khas Bali Yang Paling Populer , No 5 Sampai Diklaim Negara Tetangga !

Budaya

9 Tari Tradisional Khas Bali Yang Paling Populer , No 5 Sampai Diklaim Negara Tetangga !

[Total: 1    Average: 5/5]

Bali adalah daerah yang banyak memiliki panorama alam yang sudah diakui secara Internasional . Pulau Dewata begitu orang – orang menyebutnya juga memiliki banyak kesenian yang beragam. Contoh nya saja tari – tarian , banyak tari tradisional khas Bali yang membuat wisatawan asing ingin melihatnya langsung ke Bali. Berikut adalah 9 tari tradisional khas Bali yang paling populer dan wajib kamu tonton jika berkunjung ke Bali.

1.Tari Truna Jaya

Tari Trunajaya berasal dari kata Teruna. Kata itu diambil dari kata pemuda yang ditemukan dari hasil kreasi Pan Wandres dalam perjalanannya dan disempurnakan oleh I Gede Manik.Tarian ini menceritakan tentang seorang laki-laki yang ingin memikat wanita, terlihat dari setiap gerakan tarinya yang tegas dimana antar kaki diberi jarak seperti kuda-kuda. Walau begitu, seiring dengan perkembangan zaman tarian ini tidak hanya dibawa oleh laki-laki. Perempuan pun dapat ikut serta, bahkan oleh 2 orang sekaligus.

2.Tari Barong

Tarian ini menceritakan tentang perseteruan antara kebajikan yang disimbolkan dengan barong, dan kejahatan yang digambarkan dengan sosok rangda.Menurut beberapa literatur, kata Barong berasal dari asal kata “Bahruang” yang memiliki arti beruang. Walaupung begitu, wujud dari binatang yang digambarkan bisa beragam tergantung dari jenis tari Barong yang dibawa, ada Barong Bangkal, Barong Macan, Barong Asu, Barong Gajah, Barong Blasblasan, Barong Landung dan yang paling terkenal, yaitu Barong Keket atau Barong Ket yang menggambarkan perpaduan antara macan, singa dan sapi.

3.Tari Legong

Kata Legong sendiri berasal dari asal kata “Leg” yang memiliki arti luwes serta “gong” yang dapat diartikan sebagai gamelan. Oleh sebab itulah, tarian ini memiliki gerakan yang lemah gemulai yang diiringi dengan gamelan tradisional khas Bali bernama Semar Pegulingan. Selain itu, para penari yang memainkan Legong menggunakan kipas, kecuali tokoh Condong. Di Bali, ada beberapa jenis Tari Legong yang berkembang seiring dengan berjalannya waktu, yaitu Legong Keraton atau Legong Lasem, Legong Legod Bawa, Legong Jobog, Legong Smaradahana, Legong Sudarsana dan Legong Kuntul.

4.Tari Kecak

Tarian ini diciptakan oleh Wayan Limbak dan Walter Spies pada tahun 1930 oleh seniman Jerman, tarian ini menceritakan epic Ramayana dan rata-rata semua penarinya adalah laki – laki. Jumlah penari yang membawakan Tari Kecak bisa berjumlah puluhan bahkan lebih. Tari Kecak dilakukan oleh para penari yang duduk melingkar dan menyerukan “cak” sembari mengangkat kedua lengan. Hal tersebut menggambarkan tentara kera saat membantu Rama melawan Rahwana. Ada pula penari yang memerankan tokoh – tokoh Ramayana.

5.Tari Pendet

Tari Pendet bisa disebut sebagai bentuk penyambutan atas turunnya para dewa ke dunia. Seiring dengan berjalannya waktu, para seniman tari di pulau Bali mengubah tarian tersebut menjadi sebuah tarian selamat datang. Versi modern dari Tari Pendet dibuat oleh I Wayan Rindi pada tahun 1950-an. I wayan Rindi adalah seorang seniman yang seumur hidupnya mengamati seluruh tarian Bali. Tari Pendet pernah diklaim oleh negara tetangga kita, ya Malaysia. Mereka mencantumkan Tari Pendet dalam iklan visit year mereka secara terus menerus. Tetapi hal ini sudah ditangani oleh pemerintah Indonesia agar kedepannya kita tidak kecolongan lagi.

6.Tari Baris

Tari Baris adalah salah satu tarian adat Bali yang awalnya merupakan suatu bentuk ritual, namun seiring dengan zaman tari ini menjadi tari hiburan. Tari Baris diciptakan pada pertengahan abad ke-16. Di dalam tarian ini, penari menggerakan badannya seperti seorang pahlawan yang sedang berperang, tari ini dipertontonkan tentang keberanian para ksatria Bali yang sedang bertempur demi membela Raja. Tarian ini juga biasa dibawakan oleh paling sedikit 8 hingga paling banyak 40 laki-laki. Perlengkapan kostum untuk tari ini adalah badog, lamak, awir, baju beludru, celana panjang, dan lain-lain, seperti ksatria lengkap dengan hiasan kepala, punggung dan dada.

7.Tari Cendrawasih

Tari Cendrawasih Bali menggambarkan keindahan burung Cendrawasih. Burung yang merupakan ikon tanah Papua tersebut dalam masyarakat Bali dikenal sebagai Manuk Dewata. Tari Cendrawasih pentaskan oleh 2 orang wanita yang berperan sebagai burung cendrawasih jantan dan cendrawasih betina. Gerak kedua burung ini ibarat sepasang burung yang memadu kasih. Mereka meliuk-liuk seperti sedang menari dan juga menyanyi ketika menjelang perkawinan.

8.Tari Puspanjali

Tari Puspanjali merupakan tari penyambutan untuk para tamu kehormatan. Tari ini dipentaskan oleh penari putri dengan jumlah penari antara 5-7 orang dengan membawa bokoran (piring tradisional) yang berisi aneka kuntum bunga harum. Tari Puspanjalai menampilkan gerak-gerak lembut lemah gemulai yang dipadukan dengan gerak-gerak ritmis yang dinamis. Tari Puspanjali menggambarkan sejumlah gadis yang dengan penuh rasa hormat menyongsong kedatangan para tamu yang datang ke pulau mereka.

9.Tari Gopala

Tarian ini adalah ciptaan bersama antara I Nyoman Suarsa (penata tari) dan I Ketut Gede Asnawa (sebagai penata iringan) dengan ekspresi gerakan tari yang humoris dengan materi gerak yang merupakan perpaduan antara gerak-gerik tari Bali yang sudah ada. Tari Gopala merupakan tari tradisi Bali yang menceritakan tingkah laku sekelompok penggembala sapi di suatu ladang / tempat penggembalaan. Kata Gopala diambil dari bahasa Kawi yang berarti penggembala sapi. Tari Gopala ini biasanya dipentaskan oleh 4 sampai 8 orang penari putra.

 

Sumber : www.ragamseni.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More in Budaya

To Top